Minggu, 11 Juli 2010

IHSG Mampu Menguat, Tapi Tetap Waspada Koreksi

Jakarta - IHSG pada perdagangan pekan lalu dibuka bergerak fluktuatif, hingga ditutup menguat dalam tiga hari setelah dikeluarkannya pernyataan IMF mengenai revisi pertumbuhan ekonomi dunia yang menjadi lebih baik serta penurunan klaim pengangguran di Amerika pada minggu pertama bulan Juli yang turun melebihi prediksi pasar.

"Kedua sentimen tersebut mendorong bursa dunia dan asia untuk menguat selama 3 hari berturut-turut, bahkan Indeks Dow Jones tercatat mengalami pekan terbaiknya sejak tahun 2009 akibat kenaikan sebesar 5,3% dalam sepekan," jelas Muhammad Fikri, analis dari BNI dalam reviewnya, Senin (12/7/2010).

Sentimen positif tersebut, lanjut dia, juga mendorong IHSG minggu lalu ditutup pada teritori positif di 2943 dengan kenaikan selama sepekan sebesar 2,29%.

Seperti diberitakan, pada tanggal 8 juli 2010, IMF dalam laporannya menaikkan pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 4,6% dari 4,2% yang merupakan lompatan tertingggi sejak 2007. Dalam laporannya, IMF memprediksikan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2010 akan meningkat sebagai cermin dari meningkatnya aktivitas ekonomi selama semester pertama 2010, dimana pertumbuhan yang paling besar disumbangkan oleh Asia.

Menurut IMF, pada dasarnya Ekonomi Asia sangat tergantung terhadap permintaan luar negeri dan beberapa Negara Asia memiliki eksposur ekspor terhadap Eropa dan Amerika yang hampir sama besarnya, walaupun demikian, terbatasnya permintaan luar negeri selama ini mampu ditutupi oleh besarnya permintaan dalam negari dari China, India dan Indonesia sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

"Secara umum, IMF berpendapat bahwa indikator aktifitas ekonomi dunia khususnya bulan april sangat baik dan mampu stabil pada level yang tinggi di bulan Mei," jelas Fikri.

Beberapa indikator tersebut antara lain, produksi dan transaksi industri yang tumbuh double digit, terus tumbuhnya sektor swasta dan indeks kepercayaan konsumen serta pertumbuhan lapangan kerja yang terkontrol di beberapa Negara besar.

Disamping itu pada saat yang bersamaan Amerika juga mengumumkan penurunan terhadap klaim pengangguran sebesar 21.000 pada mingggu pertama bulan juli, realisasi tersebut melebihi prediksi pasar dan diprediksi mampu mendorong penurunan angka pengangguran di Amerika di bulan juli. Seperti diketahui, angka pengangguran di Amerika pada bulan Juni berada pada angka 9.5% atau merupakan angka terendah sejak juli 2009.

"Kuatnya sentimen positif dari IMF dan Amerika tersebut tidak hanya mampu mendorong penguatan bursa saham diseluruh belahan dunia, tapi juga mampu mendorong menguatnya harga minyak mentah dunia menjadi US$ 76,09 per barel pada penutupan pekan lalu atau menguat sebesar 5,48% dalam sepekan," urai Fikri.

Sedangkan dari dalam negeri, tambah dia, banyaknya emiten yang melakukan transaksi perdanannya dibursa saham Indonesia seperti BJBR (Bank Jabar), SKYB (PT Skybee Tbk), dan GOLD (Golden Retailindo Tbk) menjadi sentimen positif tersendiri yang mampu manggairahkan perdagangan di bursa Indonesia.

"Minggu depan para investor di dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya diprediksi masih akan terdorong untuk melakukan pembelian mengingat ekspektasi mereka terhadap meningkatnya kinerja para emiten di kuartal kedua tahun 2010," ujarnya.

Disamping itu secara khusus, laporan IMF yang memberikan poin positif tersendiri terhadap ekonomi Indonesia dipercaya akan mendorong investor asing masuk ke bursa, hal tersebut sudah terlihat sejak minggu lalu dimana asing memborong saham senilai Rp. 1,1 triliun dalam tiga hari.

"Untuk itu penguatan IHSG yang terjadi sejak minggu lalu diprediksi masih akan berlanjut minggu depan," imbuh Fikri.

Namun demikian, ia mengingatkan para investor perlu waspada mengingat pasar di Amerika pada hari minggu memprediksikan bahwa angka penjualan ritel pada bulan juni akan turun sebesar 0,3% dan pricingnya terhadap bursa baru akan terlihat pada perdagangan minggu depan di Dow Jones.

http://www.detikfinance.com
eTrading’s Market Flash

Þ US : Dow Jones Industrial Average naik 0.5%

News Highlight

Economic & Industrial News

Þ Economic: Dampak Kenaikan TDL Terasa Setelah Lebaran

Þ Banking: BI isyaratkan modal inti bank naik lebih dari 50%

Þ Economic: Total Emisi Obligasi & Sukuk di BEI Capai Rp104,3 T

Þ Economic: Revisi Pertumbuhan Global Jadi 4,6%, Positif bagi RI

Þ Banking: BI proyeksi inflasi naik pada 3 bulan ke depan

Þ Economic: Utang Pemerintah Membengkak Rp 22,19 Triliun

Þ Economic: Manajer Investasi Antisipasi PPh Bunga Obligasi Reksa Dana 5%

Þ Singapore: Ekonomi Singapura tumbuh cepat salip China

Þ China: Impor China melonjak 53%

Þ Banking: Indonesia Perlu Bank Khusus Pertanian Seperti China

Corporate News

Þ BMRI: Mandiri secepatnya lepas saham Garuda

Þ ASII: Realisasi capex Auto2000 sudah capai Rp250 miliar

Þ SKYB: Skybee rilis ponsel TV digital seri 60AL

Þ BBNI: BNI percepat selesaikan piutang Rp25 triliun

Þ BUMI: Penjualan Batubara Naik 21,09%

Þ GREN: Evergreen & Indopoly Berjaya

Þ IPOL: Evergreen & Indopoly Berjaya

Þ ANTM: 3 BUMN dukung akuisisi Inalum

Þ PTBA: Penjualan Naik 11%

Þ TOTL: Incar Kontrak Rp4 Triliun

Þ JSMR: Pelebaran Jakarta -Cikampek Selesai Akhir Tahun Ini

Þ SMCB: Volume Penjualan Holcim Naik 12%

Þ DILD: 2Q, Laba Membaik

Þ UNSP: Bakrie Plantations rampungkan akuisisi Domas

Þ PJAA: Siap Terbitkan Obligasi Rp200 Miliar

Corporate Action

Þ Hari ini (12/7), cum dividen tunai Mayora Indah Tbk (MYOR) Rp 100 per saham Ex date (13 Jul 2010)

Þ Hari ini (12/7), listing date Bukit Uluwatu Villa Tbk dengan kode saham BUVA sebanyak 30% atau sebesar Rp 260 per saham

Technical Picks

Þ ASII (47350) - Trading Buy

Þ BBRI (9300) – Trading Buy

Þ BMRI (5900) - Trading Buy

Þ ADRO (2050) – Trading Buy

CLICK HERE TO VIEW FULL REPORT

Market Flash

Dow Jones: Pasar saham US mengalami kenaikan membuat indeks Standard & Poor's 500 mengalami kenaikan minggu terbesar selama tahun ini di tengah optimisme mengenai laporan pendapatan dan rally pada komoditas metal. Alcoa Inc., perusahaan pertama Dow Jones Industrial Average yang melaporkan hasil pendapatan kwartalan kedua pada 12 Juli, mengalami kenaikan 2.1%. Bank of America Corp. dan JP Morgan Chase & Co. yang melaporkan laporan kwartalan minggu depan, naik 1.6%. Google Inc. naik 2.4% setelah China memperbarui license internetnya. Indeks Standard & Poor's 500 (+0.7%) ke 1,077.96. Dow Jones Indsutrial Average (+0.5%) ke 10,198.03

Regional : Bursa saham Asia bergerak fluktuatif seiring penguatan pada perusahaan energi yang menutupi koreksi di Jepang setelah Partai Demokrat yang berkuasa di Jepang kehilangan kontrol atas majelis tinggi dalam pemilihan kemarin. Rio Tinto Group, perusahaan tambang terbesar ketiga dunia, (+0.6%) di Sydney dan Newcrest Mining Ltd, produsen emas no 1 di Australia , naik 0.8% setelah naiknya harga logam. Mitsubishi UFJ Financial Group Inc., bank dengan market value terbesar di Jepang, (-0.7%). Canon Inc (-1%) di Tokyo. Nikkei (-0.3%) 9,552, KOSPI (+0.15%) 1,725, S&P/ASX 200 (-0.1%) 4,390, STI (+0.38%) 2928.

Commodity: Harga minyak naik untuk hari keempat di New York setelah China , yang merupakan negara pengkonsumsi energi terbesar kedua di dunia ini, meningkatkan impor minyak hingga ke rekor pada Juni. Kenaikan minyak yang diperolah setelah pembelian bersih China naik menjadi 22.14 juta metric ton, atau sekitar 5.39 juta barel per hari, menurut data awal yang dirilis 10 Juli oleh Administrasi Umum Bea Cukai. Departemen Energi mengatakan, data itu mengalahkan rekor sebelumnya 20.98 juta ton pada bulan April. Permintaan bahan bakar AS naik 3.2 persen dalam pekan yang berakhir tanggal 2 Juli. WTI Crude (+0.2%) $ 76.3/barrel, Gold 100 (-0.1%) USD 1,211/t oz, CPO (-0.3%) RM 2,400/MT, Nickel (+0.5%) USD 19,500/MT, Tin (+0.6%) USD 17,650/MT.

Research Team

Economic & Industrial News

Economic: Dampak Kenaikan TDL Terasa Setelah Lebaran

Pengusaha memperkirakan dampak kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang diberlakukan pemerintah mulai 1 Juli 2010 akan terasa setelah Idul Fitri atau dua sampai tiga bulan mendatang. "Sekarang kita tidak dapat menghitung dampak kenaikan TDL, karena kita juga belum mendapat kejelasan besaran kenaikannya," kata Kalay Selwan, Vice President Public Relations PT Asia Pasific Fibers Tbk (produsen benang), di Semarang, Jumat. Selwan menjelaskan kebutuhan listrik perusahaan di Kendal tersebut sangat tinggi dan seluruh pekerjaan produksi benang menggunakan listrik dari PLN. "Kebutuhan listrik kita 150 KVA dan yang digunakan 38 mega watt. Jadi kalau ada kenaikan, dampaknya besar," katanya. Ia mengaku sejak 6 tahun terakhir seluruh mesin tua di perusahaan yang berdiri sejak 26 tahun lalu ini, telah diganti demi efisiensi listrik. Perusahan tidak menaikkan harga jual, apalagi satu bulan terakhir harga benang di pasaran turun Rp1.000 per kilogram. (Antara/AA)

Banking: BI isyaratkan modal inti bank naik lebih dari 50%

Bank Indonesia memberikan sinyal kebijakan modal inti (tier I) lebih dari 50% terhadap total permodalan setiap bank guna meningkatkan kualitas permodalan dalam mendorong kemampuan ekspansi dan menyerap berbagai risiko. Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad mengatakan berdasarkan pembicaraan yang berkembang di pertemuan Negara 20 (G20) mayoritas mengusulkan peningkatan jumlah modal inti untuk meningkatkan daya tahan bank terhadap berbagai risiko termasuk ancaman krisis. (bisnis/yc)

Economic: Total Emisi Obligasi & Sukuk di BEI Capai Rp104,3 T

Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) per 9 Juni 2010 berjumlah 155 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp104,307 Triliun yang diterbitkan oleh 87 Emiten. Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 81 seri dengan nilai nominal outstanding Rp625,725 Triliun, dan Efek Beragun Aset (EBA) berjumlah 2 Emisi dengan nilai nominal outstanding Rp445,11 Miliar. (Okezone/nlt)

Economic: Revisi Pertumbuhan Global Jadi 4,6%, Positif bagi RI

Kalangan pengamat ekonomi menyambut baik koreksi pertumbuhan ekonomi dunia oleh Dana Moneter Internasional (IMF) menjadi 4,6 persen dari 4,2 persen. Revisi ke atas pertumbuhan diyakini berdampak positif bagi Indonesia . Ekonom Standard Chartered Bank Indonesia Eric Alexander Sugandhi mengatakan, sepanjang 2010 pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai level 6,2 persen. Angka tersebut lebih tinggi, jika dibandingkan proyeksi pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2010 sebesar 5,8 persen. Adapun untuk di dalam negeri, kata Eric, pertumbuhan tetap didorong tingginya konsumsi domestik. Pada kuartal II-2010, lanjut Eric, pertumbuhan ekonomi Indonesia disinyalir lebih baik, jika dibandingkan periode sebelumnya yang menyentuh level 5,7 persen.(okezone/nlt)

Banking: BI proyeksi inflasi naik pada 3 bulan ke depan

Bank Indonesia (BI) memprediksi adanya peningkatan inflasi pada 2 hingga 3 bulan mendatang, tetapi akan kembali turun pada kuartal IV/2010. Pjs. Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan kenaikan tersebut karena bertepatan dengan masuknya tahun ajaran baru, puasa, dan Lebaran. Dampak kenaikan tarif daftar listrik (TDL) juga baru akan dirasakan pada beberapa bulan ke depan. Selain itu, lanjutnya, tingkat inflasi pada Juni 2010 sudah cukup tinggi yaitu sebesar 0,97%.(bisnis/yc)

Economic: Utang Pemerintah Membengkak Rp 22,19 Triliun

Jumlah utang pemerintah Indonesia selama semester I-2010 tercatat sebesar Rp 1.612,85 triliun. Bertambah Rp 22,19 triliun dari jumlahnya di akhir tahun 2009 yang sebesar Rp 1.590,66 triliun. Jika dihitung dengan denominasi dolar AS, jumlah utang pemerintah mencapai US$ 177,57 miliar, bertambah US$ 8,35 miliar dari jumlah di akhir 2009 yang sebesar US$ 169,22 miliar. Utang tersebut terdiri dari pinjaman US$ 63,51 miliar dan surat berharga US$ 114,06 miliar. Dengan menggunakan PDB Indonesia yang sebesar Rp 6.253,79 triliun, maka rasio utang Indonesia tercatat sebesar 26%. Sementara rincian pinjaman yang diperoleh pemerintah pusat hingga akhir Juni 2010 adalah:

* Bilateral : US$ 39,16 miliar

* Multilateral: US$ 21,45 miliar

* Komersial : US$ 2,84 miliar

* Supplier : US$ 60 juta.

(Detik/nlt)

Economic: Manajer Investasi Antisipasi PPh Bunga Obligasi Reksa Dana 5%

Para Manajer Investasi (MI) sudah mengantisipasi memberlakukan tarif pajak penghasilan (PPh) sebesar 5% atas bunga obligasi pada instrumen investasi reksa dana, hingga tidak terjadi perubahan yield untuk setiap produk mereka. Direktorat Jenderal Pajak memang tengah mensosialisasikan pemberlakuan PPh sebesar 5%, yang dinilai sebagian pengelola reksa dana sangat memberatkan. Pemotongan pajak diberlakukan sesuai dengan peraturan terbaru dalam undang-undang nomor 36 tahun 2008 tentang perubahan keempat atas undang-undang nomor 7 tahun 1983 tentang PPh. Namun dampak pembebanan 5% belum terlalu terasa, jika dibandingkan saat tahun 2014, yang rasionya meningkat hingga 5%. (Detik/nlt)

Singapore: Ekonomi Singapura tumbuh cepat salip China

Kalangan ekonom memperkirakan Singapura akan mengambil alih posisi China sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia pada tahun ini. Pertimbangannya, negeri jiran tengah meningkatkan daya tarik industri bursa dan para pengambil kebijakan setempat tengah berupaya untuk mengelola inflasi dengan memperkuat nilai mata uangnya. Berdasarkan nilai tengah proyeksi 13 ekonom yang disurvey Bloomberg, laju produk domestik bruto (PDB) Singapura diperkirakan meningkat 10,8% pada 2010. Yang memprediksikan pertumbuhan ekonomi akan menjadi tercepat di Asia a.l. Credit Suisse Group AG dan Overseas-Chinese Banking Corp.(bisnis/yc)

China: Impor China melonjak 53%

Kantor Bea Cukai China hari ini menyatakan ekspor negara itu naik 35% pada Juni dari tahun lalu, sedangkan impor meningkat hampir 53%. Ekspor ke mitra dagang terbesar China, Uni Eropa, naik dengan lebih dari sepertiga, tetapi analis terus khawatir bahwa krisis utang Eropa cenderung menyakiti pemulihan dalam perdagangan. Angka-angka yang diposting di website kantor Bea Cukai, menunjukkan surplus perdagangan bulanan sebesar US$20 juta. Laporan itu mengatakan ekspor naik 35,2% pada Juni dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sedangkan impor naik 52,7%.(bisnis/yc)

Banking: Indonesia Perlu Bank Khusus Pertanian Seperti China

Pemerintah Indonesia perlu memiliki bank atau perbankan khusus pertanian seperti yang dilakukan China agar dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian dalam upaya menjaga stabilitas pangan. Ketua Agrobisnis Tasikmalaya (Agritas), Wawan, di Tasikmalaya, Minggu, mengatakan, China harus menjadi contoh Indonesia dalam menangani permasalahan pertanian. China , kata Wawan, menerapkan kebijakan untuk mendirikan bank khusus pertanian yang tersebar di desa-desa dengan cabang 24 ribu yang memiliki nasabah sekitar 320 juta. Menurut dia, produksi hasil pertanian di China mampu menguasai dunia dan memenuhi kebutuhan pangan penduduknya yang mencapai sekitar 1,3 miliar jiwa. Ia berharap pemerintah Indonesia dapat merubah paradigma dalam perbankan dan pertanahan, serta iklim usaha, untuk perubahan menjadi lebih baik dalam sektor pertanian pangan hortikultural dan peternakan hingga bisa menguasai perdagangan dunia. (Antara/AA).

Corporate news

BMRI: Mandiri secepatnya lepas saham Garuda

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mempertahankan kepemilikan 10,61% saham PT Garuda Indonesia (Persero) maksimal selama 1 tahun sejak penawaran publik perdana (IPO) saham maskapai penerbangan itu dilaksanakan. Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Sukoriyanto Saputro menuturkan kebijakan itu dilakukan sesuai dengan peraturan Bank Indonesia yang meminta agar tidak memegang saham Garuda terlalu lama.(bisnis/yc)

ASII: Realisasi capex Auto2000 sudah capai Rp250 miliar

Auto2000, distributor utama kendaraan Toyota di Indonesia, selama semester I/2010 telah merealisasikan separuh dari pagu belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini yang mencapai Rp500 miliar, seiring rencana ekspansi perusahaan membangun 10 jaringan diler baru. Chief Executive Officer (CEO) PT Astra International Tbk-Toyota Sales Operation (Auto2000) Jodjana Jody mengatakan perusahaan terus mempersiapkan ekspansi jaringan diler dan peningkatan layanan penjualan dan purna jual, termasuk untuk kendaraan komersial.(bisnis/yc).

SKYB: Skybee rilis ponsel TV digital seri 60AL

Vendor ponsel merk lokal PT Skybee Tbk menjadi vendor pertama yang menggarap pasar ponsel televisi digital segmen menengah bawah menyusul peluncuran perdana ponsel TV digital seri 6OAL. Sung Khiun, Chief Commercial Officer Mobile Phones Product Division PT Skybee Tbk mengatakan pihaknya siap membidik target pasar menengah bawah di segmen ponsel hibrid, analog-digital tersebut.(bisnis/yc)

BBNI: BNI percepat selesaikan piutang Rp25 triliun

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) terus mengupayakan untuk menyelesaikan masalah piutang yang tidak tertagih yang jumlahnya berkisar antara Rp20 triliun – Rp25 triliun. Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo mengatakan untuk menyelesaikan masalah piutang yang tidak tertagih, bank BUMN itu dapat menggunakan Undang-Undang Angaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (UU APBN-P) 2010, namun waktu yang diberikan dinilai cukup singkat yaitu hingga akhir tahun ini.(bisnis/yc)

BUMI: Penjualan Batubara Naik 21,09%

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat pertumbuhan penjualan batubara sebesar 21,09% di semester I-2010. Produksi batubara perseroan meningkat 12,68% pada periode yang sama. Pada periode yang sama tahun 2009, penjualan batubara BUMI tercatat sebesar 25,6 juta ton. Itu berarti, pertumbuhan penjualan batubara perseroan meningkat 21,09%. Produksi batubara BUMI semester I-2010 tercatat sebanyak 30,2 juta ton atau naik 12,68% dari periode yang sama tahun 2009 sebanyak 26,8 juta ton. (Detik/nlt)

GREN: Evergreen & Indopoly Berjaya

Harga dua saham pendatang ke-9 dan ke-10 di lantai bursa yakni PT Evergreen Invesco Tbk dan PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk yang memulai debut perdagangannya akhir pekan lalu melonjak 66% ke Rp175 dan 35,17% ke Rp290 per lembar. (bisnis/gps).

IPOL: Evergreen & Indopoly Berjaya

Harga dua saham pendatang ke-9 dan ke-10 di lantai bursa yakni PT Evergreen Invesco Tbk dan PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk yang memulai debut perdagangannya akhir pekan lalu melonjak 66% ke Rp175 dan 35,17% ke Rp290 per lembar. (bisnis/gps).

ANTM: 3 BUMN dukung akuisisi Inalum

Tiga lembaga keuangan milik pemerintah siap mendukung (back up) pendanaan yang dibutuhkan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) untuk mengambil 100% saham PT Indonesia Aluminium (Inalum) senilai US$800 juta. (bisnis/gps).

PTBA: Penjualan Naik 11%

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) membukukan penjualan batubara sebanyak 5,8 juta ton atau sekitar Rp4,5 triliun pada 1H10. Penjualan tersebut naik 10-11% dibandingkan periode sama tahun lalu. Tahun ini perseroan menargetkan penjualan di atas 13 juta ton. Sedangkan produksi akan digenjot di kisaran 12,5-13 juta ton. (Investor/nlt)

TOTL: Incar Kontrak Rp4 Triliun

PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) mengincar kontrak baru senilai Rp3,5-4 triliun pada 2010. Perseroan berupaya memperoleh nilai kontrak di atas target yang telah dipatok pada awal tahun sebesar Rp2 triliun. Sementara itu, pada 1H10, TOTL telah berhasil meraih kontrak baru sebesar Rp1 triliun. (Investor/nlt)

JSMR: Pelebaran Jakarta -Cikampek Selesai Akhir Tahun Ini

Investor jalan tol, Jasa Marga, berjanji menuntaskan pelebaran tol Jakarta-Cikampek pada akhir tahun ini. Langkah ini merupakan upaya untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di jalan tol tersebut. Janji itu disampaikan oleh Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Frans S Sunito, akhir pekan lalu, seusai pengumuman kenaikan tarif dua uas tol yang disampaikan Menteri Pekerjaan Umum. Mulai Senin (12/7), tarif Jakarta-Cikampek untuk golongan I naik dari Rp 11.500 menjadi Rp 12.500. Frans menjelaskan, di ruas Cibitung-Cikarang Timur, penambahan lajur dari 2x3 lajur menjadi 2x4 lajur akan selesai akhir Juli 2010. Di ruas Dawuan-Kalihurip- Cikampek, penambahan jalur dari 2x2 lajur menjadi 2x3 lajur diselesaikan Desember 2010. (kompas/aw)

SMCB: Volume Penjualan Holcim Naik 12%

Volume penjualan PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) selama 1H10 lebih tinggi 12% dibandingkan produksi untuk periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2,34 juta ton. Holcim menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 15% pada 1H10. Perusahaan optimistis, situasi ekonomi yang semakin bagus akan menaikkan permintaan terhadap semen. (kontan/uth)

DILD: 2Q, Laba Membaik

PT Intiland Developmnet Tbk (DILD) diperkirakan membukukan pendapatan usaha dan laba bersih mencapai Rp305,67 miliar dan Rp93,60 miliar pada 1Q10. Nilainya meningkat sekitar 10% dibanding periode yang sama 1Q10. Pada 1Q10, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp85,09 miliar atau meningkat 28 kali lipat dibanding periode yang sama taun 2009 sebesar Rp2,98 miliar. (Investor/nlt)

UNSP: Bakrie Plantations rampungkan akuisisi Domas

PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk mulai menempatkan sejumlah direksi di PT Domas Agrointi Prima, karena proses akuisisi secara prinsip telah selesai. Direktur Keuangan Bakrie Plantations Harry Nadhir menuturkan poin kesepakatan telah dicapai pada akhir Juni, dan perseroan menginginkan agar proses pengambilalihan bisa dilaksanakan dengan cepat. (bisnis/gps).

PJAA: Siap Terbitkan Obligasi Rp200 Miliar

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) siap menerbitkan obligasi Rp100-200 miliar pada 1H11. Penerbitan surat utang itu akan direalisasikan jika perseroan terlobat dalam proyek pengembangan jalan tol Ancol-Tanjung Priok. PJAA membukukan pendapatan usaha sekitar Rp370 miliar dan laba bersih Rp60 miliar pada 1H10. (Investor/nlt)

Trading News, July 2010

Kamis, 08 Juli 2010

Antisipasi Penguatan , Beli Saham Berkinerja Positif

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham pada perdagangan Jumat (9/7) akan melanjutkan penguatan. Investor disarankan accumulative buy saham ITMG, SMGR dan BBNI.

Kepala riset PT Bhakti Securities Edwin Sebayang menyatakan, secara teknikal bursa saham sudah berada di area netral. Risiko koreksi menjadi terbatas, karena pasar mengantisipasi laporan keuangan semester pertama 2010. “Sejumlah sektor performanya bagus, seperti perbankan dan pertambangan,” katanya kepada INILAH.COM, Kamis (8/7) kemarin.

Sentimen pasar sedang positif karena banyak emiten melakukan penawaran perdana atas saham mereka kepada publik (IPO) di paruh kedua tahun ini. Seperti yang dilakukan Bank Jabar Banten (BJBR) kemarin, serta PT Skybee (SKYB) dan PT Golden Retailindo (GOLD).

Meski sebagian analis menilai bursa masih berada dalam tren pelemahan, Edwin melihat adanya optimisme di pasar, bahwa semester kedua 2010 merupakan momen yang tepat untuk pembalikan arah. Terlihat dari banyaknya emiten yang melakukan IPO.

Ia menambahkan, dalam empat hari terakhir, masih ada net buy saat pasar terkoreksi dalam. Total akumulasi net buy itu mencapai Rp4 triliun. Ini menunjukkan masa konsolidasi panjang telah usai, “Piala Dunia akan usai akhir pekan ini, liburan juga habis dan pasar kembali fokus ke investasi mereka,” paparnya.

Pada kondisi ini, investor disarankan melakukan antisipasi dengan mengakumulasi saham PT Indo Tambangraya Megah (ITMG), Semen Gresik (SMGR) dan Bank Negara Indonesia (BBNI). “Accumulative buy saham-saham ini. Sebab performanya akan membaik pada kuartal kedua 2010,” kata Edwin.

Menurutnya, ITMG dan SMGR menarik, seiring ekspektasi membaiknya pendapatan penjualan pada kuartal dua 2010. Kondisi itu menyusul pertumbuhan pada tiga bulan pertama. Peningkatan terjadi karena harga batubara tinggi. SMGR juga megalami peningkatan permintaan dari pasar domestik. “Sedangkan saham perbankan BBNI menarik karena memiliki peluang untuk ekspansi kredit di periode tersebut,” pungkasnya.

Pada perdagangan Kamis (8/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 13,864 poin (0,47%) ke level 2.915,908. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia mulai ramai kembali, ditandai volume transaksi mencapai 5,422 miliar lembar saham senilai Rp 4,036 triliun dan frekuensi transaksi di seluruh pasar 102.071 kali.

Sebanyak 122 saham naik, 77 saham turun dan 80 saham stagnan. Adapun asing mencatatkan transaksi beli bersih (Foreign Net Buy) mencapai Rp221miliar. Nilai transaksi beli asing mendominasi sebesar Rp1,486 triliun dan nilai transaksi jual hanya Rp1,265 triliun. [ast/mdr]

Rekomendasi Saham IHSG Masih Bergerak Ragu-ragu

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat tipis di tengah rebound besar bursa-bursa regional. Penguatan IHSG terpangkas oleh tekanan jual saham-saham berkapitalisasi besar.

Pada perdagangan Kamis (8/7/2010), IHSG ditutup naik 13,864 poin (0,47%) ke level 2.915,908. Indeks LQ 45 juga naik 1,672 poin (0,29%) ke level 565,466.

Sentimen positif dari penguatan bursa-bursa utama dunia masih bisa memberi kekuatan bagi IHSG untuk menguat. Namun bayangan koreksi di akhir pekan masih ada. IHSG pada perdagangan Jumat (9/7/2010) diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat tipis.

Saham-saham di bursa Wall Street masih melanjutkan penguatannya. Investor terkesan oleh angka penjualan ritel yang cukup mengesankan plus angka pengangguran yang cukup baik dan revisi pertumbuhan ekonomi global oleh IMF.

Pada perdagangan Kamis (8/7/2010), indeks Dow Jones ditutup naik 120,71 poin (1,20%) ke level 10.138,99. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik 9,98 poin (0,94%) ke level 1.070,25 dan Nasdaq naik 15,93 poin (0,74%) ke level 2.175,40.

Bursa Jepang juga mengawali perdagangan akhir pekan ini dengan kenaikan tipis. Indeks Nikkei-225 mengawali perdagangan Jumat dengan kenaikan tipis 65,88 poin (0,69%) ke level 9.601,62.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

IHSG berhasil menguat pada perdagangan kemarin meski kenaikannya sedikit tertahan oleh aksi jual pada saham bluechip. Terlihat saham sektor perbankan menjadi motor pendorong indeks pada perdagangan kemarin seiring dengan sentimen positif dari IPO Bank Jabar Banten. Untuk hari terakhir perdagangan pekan ini kami perkirakan indeks akan cenderung bergerak konsolidasi. Meski kemarin menguat, akan tetapi indeks gagal ditutup diatas level resistance 2.940-2.950. Kami proyeksikan kisaran support-resistance hari ini 2.900-2.940.

eTrading Securities:

IHSG ditutup menguat 13 point (+0.47%) dibantu saham-saham bluechip seperti ASII, UNTR, TLKM pada hari kamis mengalami pelemahan dikarenakan discount yang diberikan market kepada TLKM setelah pembagian deviden dan jika kita lihat dari RSI masih mengalami penurunan dan dari stochastic yang masih dalam trend penguatan. Asing pada hari kamis juga melakukan net buy sebesar 220m. Pada hari ini IHSG berada dalam kisaran 2880 - 2954

http://www.detikfinance.com/

Wall Street Masih Terus Melaju

Saham-saham di bursa Wall Street masih melanjutkan penguatannya. Investor terkesan oleh angka penjualan ritel yang cukup mengesankan plus angka pengangguran yang cukup baik dan revisi pertumbuhan ekonomi global oleh IMF.

Pada perdagangan Kamis (8/7/2010), indeks Dow Jones ditutup naik 120,71 poin (1,20%) ke level 10.138,99. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik 9,98 poin (0,94%) ke level 1.070,25 dan Nasdaq naik 15,93 poin (0,74%) ke level 2.175,40.

Investor memulai perburuan saham-saham setelah Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan klaim baru untuk keuntungan pengangguran AS turun melebihi ekspektasi pada pekan lalu. Klaim awal turun menjadi 454.000 pada pekan yang berakhir pada 3 Juli, dari pekan sebelumnya sebesar 475.000.

Indeks Dow Jones menguat lebih dari 1% berkat perburuan saham-saham konsumer. GSPS menjadi sektor berkinerja terbaik di S&P setelah naik 2,1%, dengan Costco Wholesale Corp naik 2,6%.

Peritel lainnya seperti Abercrombie & Fitch dan jaringan department store seperti JC Penney Co langsung melonjak setelah mengumumkan penjualan yang melebihi ekspektasi selama Juni. Saham JC Penney naik 6,7^ dan Abercrombie & Fitch naik 7,8%.

"Data yang kita lihat hari ini lebih baik dari yang biasanya kita lihat, dan ini menerbitkan sedikit harapan," ujar Steve Goldman, analis dari Weeden & Co seperti dikutip dari Reuters, Jumat (9/7/2010).

Namun saham-saham semikonduktor melemah setelah mencetak gain besar pada perdagangan sebelumnya. Saham Micron Technology turun 2,3%, indeks PHLX semikonduktor turun 0,1%.

"Ini adalah sebuah lingkungan yang menggugupkan dan tidak ada banyak keyakinan bagi investor untuk melakukan lompatan dengan kedua kaki," ujar Scott Marcouiller, analis dari Wells Fargo.

Perdagangan berjalan sangat lambat, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya 8,1 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.

http://www.detikfinance.com

Rabu, 07 Juli 2010

Pilih Saham Yang Baru IPO

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham pada perdagangan Kamis (8/7) diperkirakan takkan banyak bergerak. Namun, investor masih bisa mengandalkan saham pendatang baru SKYB dan GOLD.

Willy Sanjaya, analis Lautan Dana Investama memprediksikan, bursa saham hari ini cenderung stagnan seperti perdagangan sebelumnya. Hal ini disebabkan tidak adanya katalis kuat untuk memperlebar range. “Volume perdagangan juga masih relatif kecil,” ujarnya kepada INILAH.COM, Rabu (7/7) kemarin.

Pasar saat ini sedang mencari sentimen kuat. Namun dari luar negeri, cenderung negatif katalisnya yang menyebabkan volume perdagangan menipis. Kekhawatiran Eropa dan kebijakan pengetatan likuiditas di China.

Sementara dari dalam negeri, inflasi yang diperkirakan naik sudah diperhitungkan oleh pasar. Kemungkinan kenaikan suku bunga maksimal hingga 7% sehingga kenaikan 50 basis poin masih bisa ditoleransi. “Kenaikan sebesar itu takkan banyak menimbulkan gejolak di pasar,” lanjutnya.

Willy pun menyarankan investor mencermati saham-saham yang masih bisa dimanfaatkan untuk trading jangka pendek. Meskipun peluang ini agak dipersulit dengan menipisnya volume perdagangan akhir-akhir ini. Saham yang direkomendasikan adalah PT Skybee (SKYB) dan Golden Retailindo (GOLD). “Beli kedua saham yang baru menawarkan sahamnya kepada publik (initial public offering/IPO) tersebut,” tutur Willy.

Menurutnya, kedua emiten yang melantai tersebut sudah mendekati level autoreject pada perdagangan kemarin. Hal ini karena sepinya sentimen pasar ke saham IPO. “Kemungkinan hal tersebut akan berlanjut hingga perdagangan hari ini,” paparnya.

Selain kedua saham ini, Willy juga memiliha saham farmasi Kalbe Farma (KLBF). Ada rumor saham perusahaan farmasi itu akan melakukan stock split yang menarik bagi investor karena harganya menjadi lebih murah. “Saham ini juga bisa dikoleksi,” pungkasnya.

Pada perdagangan Rabu (7/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 2.902,044, turun 8,604 poin (0,30%). Perdagangan di Bursa Efek Indonesia sangat sepi, dimana volume transaksi tercatat sebesar 2,632 miliar lembar saham, senilai Rp 2,088 triliun dan frekuensi 73.588 kali.

Sebanyak 55 saham naik, 127 saham turun dan 64 saham stagnan. Asing mencatatkan transaksi beli bersih (foreign net buy) sebesar Rp146 miliar, dimana nilai transaksi beli asing mendominasi mencapai Rp680 miliar dan nilai transaksi jual hanya Rp534 miliar. [ast]

Dow Jones Pulih ke Level 10.000

Saham-saham di bursa Wall Street akhirnya berhasil mencetak kenaikan yang signifikan, terutama ditopang kenaikan saham sektor finansial. Penguatan terjadi setelah perusahaan finansial State street mengeluarkan proyeksi yang mengesankan.

Saham State Street tercatat melonjak 9,9% setelah perusahaan manajer aset dan kustodian itu menyatakan pendapatan pada kuartal mendatang akan jauh melebihi ekspektasi. Hal itu mencuatkan optimisme musim laporan keuangan mendatang akan menjadi masa-masa yang menyenangkan investor.

Pada perdagangan Rabu (7/7/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat hingga 274,66 poin (2,82%) ke level 10.018,28. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 32,21 poin (3,13%) ke level 1.060,27 dan Nasdaq menguat hingga 65,59 poin (3,13%) ke level 2.159,47.

Kenaikan indeks tersebut merupakan yang terbesar sejak 27 Mei. Investor juga memburu saham-saham sektor industri dan teknologi. Saham General Electric tercatat naik hingga 4,7%.

"Sekarang ini ada sejumlah keyakinan bahwa akan ada kejutan yang positif ketimbang negatif pada musim laporan keuangan mendatang," ujar Marc Pado, analis dari Cantor Fitzgerald & Co seperti dikutip dari Reuters, Jumat (8/7/2010).

Indeks KBW Bank tercatat naik 5,6%, rival State Street, Northern Trust Corp menguat 6,9%, Bank of New York Mellon Corp naik 6,4%. Saham-saham sektor energi juga mendapat dorongna dari kenaikan harga minyak mentah hingga 3,4%. Indeks S&P Energy tercatat naik 3,2%.

Namun analis mengingatkan rally tersebut mungkin hanya bersifat sesaat mengingat kondisi pemulihan ekonomi saat ini belum sepenuhnya berlangsung.

"Kita mungkin menghadapi perilaku yang lebih berisiko dalam beberapa hari kedepan. Ini sepertinya tidak umum melihat rally teknikal dalam jangka pendek," ujar Tom Schrader, analis dari Stifel Nicolaus Capital Markets.

Namun perdagangan belum terlalu ramai, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya 8,95 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.


http://www.detikfinance.com