Kamis, 29 Juli 2010

Cermati Saham Tambang Batubara & Agri

INILAH.COM, Jakarta - Bursa pada perdagangan Jumat (30/7) masih berpeluang menguat. Saham penggerak berasal dari komoditas tambang dan perkebunan, dengan pilihannya BUMI, ADRO dan BISI.

Analis pasar modal dari Lautandhana Sekuritas Willy Sanjaya mengatakan, indeks hari ini masih akan menguat, sehingga investor bisa memanfaatkannya untuk trading. “Hal ini didukung kinerja beberapa emiten pada kuartal pertama 2010 yang positif,” katanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, dua pekan ini indeks terus menguat, meski kondisi bursa jenuh beli. Hal ini karena faktor aliran dana asing yang sangat besar. Ia menilai, saat ini tidak ada pilihan lain bagi investor asing untuk penempatan dana, kecuali di emerging market, dimana Indonesia menjadi pilihan prioritas setelah China.

Hal ini tak mengherankan, mengingat fundamental ekonomi RI merupakan yang terbaik setelah China. Apalagi Ben Bernanke sempat mengatakan bahwa pemulihan ekonomi AS belum pasti dan Eropa belum benar-benar keluar dari krisis. Dengan demikian, untuk jangka pendek, masih ada penguatan, sementara untuk jangka menengah, aliran dana asing masih terus masuk. “Ini berari tipis peluangnya bagi indeks untuk terkoreksi,” katanya.

Adapun dana yang masuk ke obligasi dan saham ini merupakan dana panas yang bersifat jangka pendek, sehingga akan cepat keluar. Didukung price earning (PE) market yang semakin mahal dan belum adanya kesempatan koreksi, kondisi ini menimbulkan kekhawatiran. “Bahwa kalau ekonomi AS mulai stabil, akan menyebabkan kajatuhan bursa yang sangat dalam,” paparnya.

Willy pun menyarankan investor yang melakukan perdagangan jangka pendek, untuk memilih saham alternatif ke second dan third liner, mengingat saham blue chips saat ini sangat mahal. Sedangkan pilihan lainnya adalah berharap pada saham Bakrie.

Menurutnya, hanya grup Bakrie yang belum mengikuti kenaikan bursa ke level 3.000. Emiten di grup ini masih terus tertekan berita yang dihembuskan ke pasar. Jadi, kalau ingin realistis, saham Bakrie belum naik. “Hanya ini yang bisa menopang penguatan bursa,” imbuhnya.

Saham Bakrie pilihannya adalah PT Bumi Resources (BUMI). Sedangkan terkait potensi bahwa sektor komoditas tambang dan perkebunan yang menjadi pengerak (mover) bursa, Willy juga merekomendasikan saham PT Adaro Energy (ADRO) dan BISI. ”Kedua emiten ini masih akan menguat hari ini,” ujarnya.

Ia menuturkan, saham BISI menarik, seiring kenaikan PT Indofood (INDF) yang sudah sangat tinggi. Dengan pergerakan yang mirip antara kedua emiten tersebut , BISI bisa menjadi alternatif untuk investasi. "Mengingat BISI pernah bergerak di level 2.000-an, maka di tengah peralihan dari INDF, BISI bisa naik di atas 2.000,” pungkasnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (29/7) ditutup naik 39,34 poin (1,29%) ke level 3.096,82. Volume perdagangan mencapai 4,7 miliar lembar saham dengan nilai Rp3,6 triliun.

Pergerakan indeks diwarnai dengan 152 saham naik, 81 saham masih menguat dan 66 saham stagnan. Indeks saham JII naik 6,7 poin ke 486,89 dan LQ45 naik 8,2 poin ke 596,84. [mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar