Kamis, 17 Juni 2010

Beli Saham Tambang, Bank & Pemberi Dividen

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Jumat (18/6) akhir pekan ini masih berpeluang menguat. Rekomendasi beli untuk emiten perbankan, pertambangan dan saham yang akan membagikan dividen.

Analis pasar modal Pardomuan Sihombing memprediksikan, indeks saham hari ini masih bisa melanjutkan penguatan. Meskipun bursa regional cenderung mixed , harga komoditas yang masih berpotensi naik, dapat menjadi katalis positif bagi indeks untuk naik lebih lanjut.

Untuk jangka pendek, investor masih optimistis bakal meredanya efek krisis di Eropa. Namun, karena volume perdagangan masih relatif kecil, maka tren bullish indeks belum terlalu kuat. “Penguatan bursa masih akan berlanjut dan 2.910 merupakan resistan indeks jangka pendek,” katanya kepada INILAH.COM, Kamis (16/6) kemarin.

Menurutnya, likuiditas di pasar terganggu akibat kebijakan penempatan dana di Surat Berharga Indonesia (SBI) oleh Bank Indonesia (BI). Meskipun langkah tersebut akan mencegah aksi spekulasi berlebih, penempatan SBI 1 bulan mengurangi volatilitas nilai tukar. “Akibatnya investor banyak yang keluar dari SBI dan melakukan switching ke saham,” ujarnya.

Seperti diketahui, BI mewajibkan investor menahan pelepasan SBI minimal 1 bulan, baik yang diperoleh dari pasar primer maupun sekunder. Kedua, BI berencana menerbitkan SBI berjangka 9 bulan dan SBI berjangka 12 bulan. Kebijakan itu diterbitkan pada pekan kedua Agustus dan September 2010. Ketiga, BI memperlebar rentang suku bunga pasar uang antarbank (PUAB) overnight menjadi plus minus 100 basis poin dari semula 50 basis poin.

Meski potensi koreksi terbuka, menyusul penguatan indeks 5 hari terakhir, Domu meyakini tidak ada aksi profit taking yang massif di pasar. “Terutama mengingat hari ini merupakan perdagangan terakhir, dimana settlement T plus 3, penjualan hari ini baru akan terealisasi pekan depan,” ucapnya.

Di tengah situasi ini, Domu merekomendasikan saham komoditas, seiring kenaikan harga minyak mentah menuju US$80per barel. Demikian juga saham perbankan, yang menarik karena ada beberapa investor yang mulai melepas sahamnya hari ini.

Beberapa saham perbankan yang disarankan adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI) “Buy on weakness untuk emiten-emiten ini,” katanya.

Sedangkan analis BNI Securities Maxi Liesyaputra menilai, sentimen dividen masih akan mewarnai perdagangan. Terutama dari saham BUMN terkait dividend yield yang cukup tinggi, minimal 50% dividedn pay out ratio. Emiten yang dijagokan adalah PT Perusahaan Gas Negara (PGAS). “Meski ada indikator tertekan, PGAS masih berpotensi menguat karena belum mengalami kenaikan harga ketimbang emiten unggulan lain,” ucapnya.

Pada perdagangan Kamis (17/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 32,439 poin (1,13%) ke level 2.891,098. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat 6,941 miliar lembar saham, senilai Rp 3,542 triliun dan frekuensi 93.571 kali. Sebanyak 155 saham naik, 60 saham turun dan 63 saham stagnan. [mdr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar