Rabu, 16 Juni 2010

Saham Pemberi Dividen Masih Menarik

INILAH.COM, Jakarta – Indeks saham Kamis (17/6) masih berpeluang menguat. Investor masih disarankan untuk memilih saham yang akan membagikan dividen.

Chandra Wijanarka, analis pasar modal dari Etrading Securities mengatakan, indeks hari ini masih berpeluang menguat, didukung sentimen eksternal. Hal ini terjadi seiring kenaikan indeks Dow Jones yang sempat ditutup di atas level psikologisnya 10.300. “Terlampauinya level ini mengkonfirmasi adanya pembalikan arah menguat. Dow pun selanjutnya mengarah ke 10.800,” katanya kepada INILAH.COM, Rabu (16/6) kemarin.

Sementara di dalam negeri, lanjutnya, sentimen pasar berasal dari emiten-emiten yang akan memasuki masa cum dividen. “Pasalnya, setelah ex dividen masih ada kecenderungan apresiasi harga untuk beberapa saham,” ujarnya.

Chandra merekomendasikan selective buy untuk beberapa saham, salah satunya adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). “Setelah masuk masa ex dividen, masih ada kecenderungan naik. Sentimen positif belum selesai,” katanya.

BBRI akan membagi dividen tunai tahun buku 2009 sebesar Rp177,81 per lembar saham, atau setara dengan Rp2,192 triliun, pada Juli 2010. Dividen tersebut setara 30% laba bersih 2009, yang mencapai Rp 7,31 triliun. Adapun dividen ini termasuk dividen interm sebesar Rp 45,74 per lembar, yang dibagikan pada 16 Desember 2009. Jadi total dividen yang dibayarkan sebesar Rp 132,07 per lembar.

Saham lain yang menjadi pilihannya adalah PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN). Menurutnya, emiten ini masih menarik terkait dividen yieldnya yang cukup besar mencapai 5-6% dari harga saat ini. Pembayaran dividen tunai sebesar Rp196 per saham akan dilakukan pada 9 Juli 2010. Dividen itu setara dengan 40% dari laba bersih sebesar Rp1,612 triliun.

Cum dan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 22 dan 23 Juni 2010, sedangkan cum dan ex dividen dipasar tunai pada 25 dan 28 Juni 2010, dan daftar pemegang saham yang berhak atas dividen (recording date) pada 25 Juni 2010.

Dihubungi terpisah, VP Riset dan Analis Valbury Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan, indeks hari ini hingga akhir Juni masih akan konsolidasi. Hal ini terjadi, sebelum indeks memasuki masa koreksi pada Juli hingga Agustus mendatang.

Investor saat ini mencermati, apakah indeks akan menembus double top 2.867 hingga akhir pekan. “Bila berhasil menembus 2.867, maka indeks berpeluang menuju level 3.000. Tapi bila tidak, indeks akan bergerak di kisaran 2.870,” katanya kepada INILAH.COM.

Nico pun menyarankan investor untuk memusatkan perhatian pada emiten-emiten, terutama yang memiliki karakter pertumbuhan penjualan dan laba bersih, dividend yield yang tinggi serta cash flow yang sehat. Selain CPIN, saham pilihan lainya adalah PT London Sumatra (LSIP) dan PT Indocement (INTP). “Rekomendasi trading buy untuk emiten ini,” ujarnya.

Pada perdagangan Rabu (16/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 28,486 poin (1%) ke level 2.858,659. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 4,410 miliar lembar saham senilai Rp3,3 triliun, dengan frekuensi 108.094 kali. Sebanyak 144 saham naik, 69 saham turun dan 63 saham stagnan. [mdr]

http://www.farikha-investasisaham.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar