Angka pengangguran dan data manufaktur yang mengecewakan membuat saham-saham di bursa Wall Street terus tertekan. Indeks saham masih positif berkat saham-saham sektor utilitas dan konsumer.
Pada perdagangan Kamis (17/6/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat 24,71 poin (0,24%) ke level 10.434,17. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 1,43 poin (0,13%) ke level 1.116,04 dan Nasdaq menguat tipis 1,23 poin (0,05%) ke level 2.307,16.
Sepanjang perdagangan, saham-saham bergerak melemah setelah laporan dari sektor manufaktur dan pengangguran yang cukup mengecewakan. Investor kembali mengkhawatirkan tingkat pemulihan ekonomi.
Saham-saham yang defensif berhasil menahan laju penurunan, seperti Procter & Gamble dan FirstEnergy Corp yang membantu penguatan indeks saham menjelang penutupan perdagangan.
"Saya tidak berpikir para pembeli akan menyerah pada pasar. Kami masih memiliki sedikit momentum. Meski terjadi aksi sell-off pada intraday, namun mereka menemukan penawaran yang cukup baik di pasar," ujar Peter Kenny, managing director dari Knight Equity Markets seperti dikutip dari Reuters, Jumat (18/6/2010).
Nasdaq sangat terbantu dengan kenaikan saham Apple Inc yang menembus titik tertingginya sepanjang masa di US$ 272,90, setelah perseroan mengumumkan telah berhasil menjual 600.000 unit iPhone baru. Saham Apple akhirnya ditutup naik 1,7% ke level US$ 271,87.
Namun perdagangan berjalan sangat sepi dengna transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 7,94 miliar, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9,65 miliar.
(qom/qom)
http:www.detikFinance.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar