Minggu, 20 Juni 2010

IHSG Nyaris Tanpa Cela 6 Hari

Jakarta - IHSG secara perlahan tapi pasti pada pekan lalu semakin mendekati rekor tertingginya. Investor mendapatkan sentimen positif dari stabilnya bursa-bursa Amerika, Eropa dan Asia.

"Rally yang terjadi di bursa indonesia minggu lalu mengikuti rally yang terjadi di bursa Amerika, Eropa dan Asia. Kenaikan saham tersebut dipicu oleh sentimen positive dari Eropa dan Amerika," ujar Muhammad Fikri, analis menengah dari BNI dalam reviewnya yang dikutip Senin (21/6/2010).

Ia menjelaskan, rally yang terjadi di bursa Indonesia sepanjang minggu lalu mengikuti rally yang terjadi di bursa Amerika, Eropa dan Asia. Kenaikan saham tersebut dipicu oleh sentimen positive dari Eropa dan Amerika. Seperti diberitakan pada tanggal 16 Juni 2010, Gubernur bank sentral Spanyol bersedia untuk mempublikasikan hasil dari stress test terhadap bank-bank di Spanyol bulan depan.

Tidak hanya sampai disitu karena Presiden bank sentral Eropa, Jean-Claude Trichet, mengatakan bahwa hasil stress test bank-bank di regional Eropa secara lebih luas paling lambat akan dipublikasikan pada minggu kedua bulan Juli. Seperti diketahui dalam beberapa bulan terakhir Eropa menjadi pusat sentimen negatif dan perhatian para investor akibat kekhawatiran terhadap krisis utang yang melanda benua biru tersebut.

"Oleh karena itu ketersedian bank sentral Eropa mempublikasikan hasil stress test terhadap bank-bank di Eropa memberikan peluang pagi pasar untuk mengetahui secara lebih lengkap mengenai dampak krisis utang eropa terhadap system perbankan di Eropa. Disamping itu ketersedian atas publikasi hasil stress test tersebut juga memberi sentiment positif kepada pasar bahwa krisis hutang yang melanda Eropa selama ini masih berada dalam kontrol mereka," urai Fikri.

Pada hari yang bersamaan sentimen positif lainnya datang dari AS, dimana The Fed mengungkapkan bahwa produksi dari manufaktur, pertambangan dan alat rumahan di US tumbuh 0.9% pada bulan mei setelah sebelumnya pada bulan april tumbuh 0.8%.

Dua hari sebelumnya US juga mengumumkan bahwa indeks kepercayaan konsumen di US tumbuh mencapai angka tertingginya sejak januari 2008. Kedua sentimen positive tersebut mampu melemahkan sentiment negative dari sector perumahan di US, dimana pertumbuhan sector perumahan di US turun melebihi ekspektasi pasar. Sentimen tersebut pada akhirnya mendorong dowjones rally dalam 5 hari berturut-turut yang diikuti oleh bursa lainnya di regional Asia.

"Dampak sentimen positif dari Eropa dan AS tersebut menumbuhkan kepercayaan investor dan mendorong investor asing khususnya untuk melakukan aksi beli di bursa Indonesia," jelas Fikri.

Hal ini tercermin dari besarnya net buy investor asing dalam tiga hari terakhir perdagangan di bursa efek Indonesia minggu lalu (Rabu sebesar Rp 687 miliar, Kamis sebesar Rp 603 miliar, Jumat sebesar Rp 450 miliar).

"Walaupun demikian tanda-tanda IHSG akan mengalami koreksi tekhnikal minggu depan dapat dilihat dengan bergerakan bursa Asia yang bergerak terbatas pada penutupan jum’at pekan lalu, serta mulai turunnya net buy asing pada perdagangan hari Jumat kemarin," katanya.

Setelah minggu lalu IHSG mengalami rally dan penguatan sebesar 4,5% dalam 6 hari berturut-turut, minggu ini Fikri memperkirakan koreksi teknikal diprediksi akan menghampiri bursa saham indonesia sebagai imbas dari profit taking investor.

"Penguatan IHSG hingga mendekati level 2.950 pada penutupan jumat lalu dinilai sudah cukup tinggi. Beberapa saham-saham unggulan pun sudah memasuki arena jenuh beli dan siap mengalami koreksi sehat untuk kemudian bergerak menuju harga yang wajar," ujar Fikri.

http://www.detikfinance.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar