Þ US : Dow Jones Industrial Average -1.41%
News Highlight
Economic & Industrial News
Þ Korea: Korut Tuntut AS Kompensasi US$ 64,9 Triliun
Þ Economic: BPK segera audit dana stimulus infrastruktur
Þ Economic: Afrika & Amerika Latin target tujuan ekspor RI
Þ Economic: Dana Perlindungan Investor Bisa Ditalangi APBN
Þ Korea: Target Pertumbuhan Ekonomi Naik Jadi 5,8%
Þ Japan: Eropa Krisis, Ekspor Jepang Melambat
Þ Spain: Pemerintah Spanyol Selidiki Pemegang 3.000 Rekening Swiss
Þ Economic: Pemerintah Buyback Obligasi Negara Rp80 M
Þ Banking: Deposito Masih Menggiurkan Nasabah
Corporate News
Þ TLKM: Telkom dan Indosat kerja sama satelit
Þ IMAS: Indomobil Targetkan Laba Bersih Rp250 Miliar
Þ EXCL: XL Axiata jalin aliansi dengan Pertamina
Þ RAJA: Akuisisi 3 Perusahaan Energi Rp 650 Miliar
Þ BUMI: Harga Naik, Ragu Ambil Sisa 7% Divestasi Newmont
Þ RODA: Royal Oak jual saham Transpacific Rp5,97 miliar
Þ PNBN: Panin: Belum ada kecocokan dengan investor
Þ ANTM: Danareksa dan PPA Ingin Danai Akuisisi Inalum
Þ APOL: Beli 7 Kapal US$351 Juta
Þ ASIA: Akan Ekspor Batubara
Þ MCOR: Salurkan Kredit Rp2,15 Triliun
Corporate Action
Þ Hari ini (25/6), cum dividen Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) Rp 1 per saham Ex date (28 Jun 2010)
Þ Hari ini (25/6), cum dividen Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) Rp 1.200 per saham Ex date (28 Jun 2010)
Þ Hari ini (25/6), cum dividen Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) Rp 48 per saham Ex date (28 Jun 2010)
Technical Picks
Þ ADHI (610) – Sell
Þ BBRI (9200) – Buy on Weakness
Þ TRUB (105) – Sell
CLICK HERE TO VIEW FULL REPORT
Dow Jones: Pasar saham US mengalami pelemahan setelah saham perbankan jatuh yang disebabkan oleh kekhawatiran atas regulasi finansial dan penurunan saham barang-barang konsumsi. Bank of America Corp. dan JP Morgan Chase & Co. turun lebih dari 2.2%. Saham ritel melemah setelah Bed Bath & Beyond Inc. turun 5.6% yang diakibatkan oleh tidak sesuainya pendapatan dengan estimasi. Nike Inc. turun 4% setelah hasil penjualan tidak sesuai dengan proyeksi. Dell Inc. melemah 6.4% yang diakibatkan oleh proyeksi 2011 yang mengecewakan para investor. Indeks Standard & Poor's 500 (-1.7%) ke 1,073.69. Dow Jones Industrial Average (-1.4%) ke 10,152.80.
Regional : Bursa saham Asia melemah di tengah kekhawatiran melambatnya pertumbuhan AS serta melonjaknya biaya proteksi Yunani. Toyota Motor Corp (-1.6%) di Tokyo setelah perusahaan AS memprediksikan laba yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Samsung Electronics Co (-1.5%) di Seoul. BHP Billiton Ltd. (-1.5%) di Sydney di tengah kekhawatiran bahwa PM Australia yang baru akan melanjutkan pajak pertambangan. Nikkei (-1.6%) 9,774, S&P/ASX 200 (- 1.1%) 4,429, KOSPI (-1.16%) 1,719, STI (-0.5%) 2833.
Commodity: Harga minyak sedikit menguat pada Kamis, di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi AS melemah. Kontrak berjangka utama New York , minyak mentah light sweet untuk pengiriman Agustus naik 16 sen menjadi ditutup pada 76,51 dolar per barel. Kontrak berjangka Amerika Serikat telah jatuh dalam dua sesi lalu karena pedagang tampak lebih "bearish" tentang prospek untuk pemulihan ekonomi di AS dan global. Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus naik 20 sen menjadi mantap pada 76,47 dolar per barel. "Ini menjadi hari yang sangat berombak," kata Tom Bentz, analis dari BNP Paribas di New York . Bentz menunjukkan pasar juga berada di bawah tekanan dari laporan mingguan persediaan minyak pemerintah Amerika Serikat pada Rabu, yang mengejutkan pada kelemahan, menunjukkan melemahnya permintaan di negara konsumen energi terbesar dunia. Data Departemen Energi AS (DoE) menunjukkan kenaikan 2,0 juta barel pada persediaan minyak mentah dalam pekan yang berakhir 18 Juni. Pengamat pasar telah memprediksikan penurunan 1,0 juta barel. WTI Crude (-0.2%) $ 76.4/barrel, Gold 100 (0.0%) USD 1,244/t oz, CPO (-0.3%) RM 2,475/MT, Nickel (+0.6%) USD 19,400/MT, Tin (+1.8%) USD 18,150/MT.
Research Team
Economic & Industrial News
Korea: Korut Tuntut AS Kompensasi US$ 64,9 Triliun
Korea Utara (Korut) menuntut pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk membayar biaya kompensasi senilai US$ 64,9 triliun untuk segala kerugian yang disebabkan oleh kebijakan AS. Tuntutan tersebut dilontarkan pejabat Korut disela-sela perayaan 60 tahun Perang Korea . Kantor berita Korea Utara (KCNA) menyebut, untuk kerugian jutaan warga Korut yang tewas, hilang, terluka, atau diculik oleh AS, Korut meminta ganti rugi sebesar US$ 26,1 triliun. Untuk sanksi AS selama enam dekade, AS harus membayar US$ 13,7 triliun, ditambah US$ 16,7 triliun lagi untuk segala kerusakan properti yang ditimbulkan. (Kontan/nlt)
Economic: BPK segera audit dana stimulus infrastruktur
Tim auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) minggu depan akan mulai turun ke lapangan untuk melakukan audit atas penggunaan dana stimulus infrastruktur pada 2009 yang nilainya mencapai Rp12,2 triliun. Anggota IV BPK Ali Masykur Musa mengatakan audit penggunaan dana stimulus infrastruktur itu merupakan audit tematik BPK yang ditargetkan selesai pada akhir semester II/2010.(bisnis/yc)
Economic: Afrika & Amerika Latin target tujuan ekspor RI
Bappenas mengungkapkan kawasan Afrika dan Amerika Latin menjadi target fokus pengembangan destinasi ekspor Indonesia selama 5 tahun mendatang. Adhi Putra Alfian, Direktur Perdagangan, Investasi dan Kerjasama Ekonomi Internasional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, mengatakan saat ini negara tujuan ekspor Indonesia sebagian besar masih sebatas pada Jepang dan AS. Oleh karena itu, pemerintah akan memverifikasi ulang negara-negara tujuan ekspor.(bisnis/yc)
Economic: Dana Perlindungan Investor Bisa Ditalangi APBN
Otoritas bursa atau self regulatory organisation (SRO) mengkaji opsi membentuk badan baru khusus untuk investor protection fund. Salah satu opsi pendanaan yang dikaji adalah memakai dana pemerintah kemudian dikembalikan kembali setelah beberapa tahun. Rencana pembentukan investor protection fund ini sudah mulai diolah sejak tahun 2007 silam. Investor protection fund itu diharapkan bisa bertindak sebagai lembaga penjamin bagi dana investasi investor di pasar modal. (Detik/nlt).
Korea: Target Pertumbuhan Ekonomi Naik Jadi 5,8%
PROSPEK perekonomian global yang semakin cerah membuat Pemerintah Korea Selatan yakin pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa mencapai 5,8%. Ini merupakan target ekspansi tertinggi sejak tahun 2002. Sebelumnya Pemerintah Korsel memprediksi, pertumbuhan ekonomi tahun 2010 hanya 5%. Meski begitu, pemerintah menggarisbawahi perlunya kerjasama antara pemerintah dengan bank sentral untuk mengatasi tekanan inflasi. Pemerintah Korsel memprediksi, inflasi pada semester kedua 2010 akan naik dari 2,7% di semester pertama 2010 menjadi 3,1%. Tahun depan, tingkat inflasi Korsel diperkirakan sekitar 3%. (Kontan/nlt).
Japan: Eropa Krisis, Ekspor Jepang Melambat
Surplus perdagangan Jepang pada Mei 2010 turun dibanding perkiraan sebelumnya karena melambatnya ekspor yang mengisyaratkan pemulihan global belum sesuai dengan harapan. Berdasarkan data pemerintah yang dirilis Kamis (24/6/2010), ekspor Jepang pada bulan kelima 2010 hanya naik 32,1 persen menjadi 5,31 triliun yen atau USD59 miliar. Kenaikan itu merupakan yang keenam kali berturut-turut, namun masih di bawah prediksi sebesar 37 persen. (okezone/ev).
Spain: Pemerintah Spanyol Selidiki Pemegang 3.000 Rekening Swiss
Otoritas pajak Spanyol sedang menyelidiki pemegang sekitar 3.000 rekening bank rahasia di Swiss tentang kemungkinan belum membayar pajak, Menteri Keuangan Elena Salgado mengatakan pada Kamis. Dia mengatakan kementerian keuangan telah mengirim semua pemilik rekening meminta untuk menyatakan asal dana, di mana mereka akan diminta untuk membayar pajak dan denda sesuai keperluan. "Mereka tahu bahwa memerangi penipuan menjadi lebih intens," katanya di televisi publik Spanyol. Dia menolak untuk menunjukkan jumlah uang yang terlibat, tetapi harian bisnis Expansion mengatakan rekening dimiliki oleh kebanyakan orang terkaya Spanyol, bisa menampung total sekitar 6,0 miliar euro (7,4 miliar dolar). Dikatakan Spanyol menerima rincian rekening dari berwenang Prancis. (Antara/AA)
Economic: Pemerintah Buyback Obligasi Negara Rp80 M
Pemerintah hari ini hanya mengambil Rp80 miliar dari 20 seri obligasi negara yang dibeli kembali melalui mekanisme penukaran (debt switch) menggunakan fasilitas Ministry of Finance Dealing System (MOfiDS). Seri yang dibeli kembali melalui mekanisme penukaran itu adalah seri FR0022 dan FR0025. Dalam lelang kali ini, peserta hanya menawarkan 11 seri obligasi negara dari 20 seri obligasi negara yang jatuh tempo mulai 1 Januari 2010 sampai 31 Desember 2013. Total jumlah penawaran yang disampaikan peserta lelang nilainya juga kurang dari Rp1 triliun atau hanya sebesar Rp751 miliar. (Vivanews/nlt)
Banking: Deposito Masih Menggiurkan Nasabah
Keinginan memperoleh keuntungan yang tinggi dengan cara cepat dan mudah membuat masyarakat lebih memilih menempatkan dananya di deposito ketimbang misalnya giro dan tabungan. Padahal masih banyak instrumen investasi lain yang menggiurkan seperti saham, obligasi, dan sebagainya baik yang konvensional maupun berbasis syariah. Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) jumlah rekening giro di perbankan nasional per Mei 2010 mencapai 2.307 rekening dengan nilai Rp 476,30 triliun. (kompas/yc)
TLKM: Telkom dan Indosat kerja sama satelit
Manajemen PT Telkom dan PT Indosat akan menjalin kerja sama pembuatan satelit baru yang akan menggantikan satelit Palapa C-2 Indosat pada 2014. Pada tahun yang sama satelit Telkom-1 juga berakhir. Tonda Priyanto, General Manager Bisnis Satelit PT Telkom Tbk mengatakan nota kesepahaman pembuatan bersama itu akan final dalam waktu dekat.(bisnis/yc)
IMAS: Indomobil Targetkan Laba Bersih Rp250 Miliar
PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) menargetkan laba bersih 2010 sebesar Rp250 miliar, jauh lebih besar dibandingkan laba bersih 2009 yang sebesar Rp117,59 miliar. Presiden Direktur IMAS, Gunadi SindHuwinata di Jakarta, Kamis mengatakan, dengan ekspansi yang dilakukannya, Indomobil optimistis target itu dapat tercapai. Ia menambahkan, pendapatan IMAS juga akan meningkat menjadi Rp10,5 triliun pada tahun ini. Pada 2009 pihaknya mencatatkan pendapatan Rp6,94 triliun. Sementara perusahaan perakitan dan distribusi kendaraan bermotor itu akan menambah enam hingga delapan "showroom" pada tahun ini dengan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) mencapai Rp96 miliar.(Antara/AA)
EXCL: XL Axiata jalin aliansi dengan Pertamina
Operator seluler PT XL Axiata Tbk menjalin kemitraan dengan PT Pertamina Persero untuk menjamin penyediaan suplai bahan bakar minyak (BBM) dalam rangka menunjang kegiatan operasional XL di seluruh Indonesia . Director of Network PT XL Axiata Tbk Dian Siswarini mengatakan kemitraan tersebut memiliki nilai yang sangat strategis bagi XL. (bisnis/yc)
RAJA: Akuisisi 3 Perusahaan Energi Rp 650 Miliar
Pemegang saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menyetujui rencana akuisisi 3 perusahaan yang bergerak di sektor energi senilai Rp 650 miliar. Perseroan juga akan mengubah lini usaha utama perseroan. Tiga perusahaan yang dimaksud adalah PT Triguna Internusa Pratama yang akan diakuisisi sebesar 99,98%, PT Panji Raya Alamindo sebesar 99,98% dan PT Capital Turbines Indonesia sebesar 99,99%. Total nilai transaksi ini diperkirakan mencapai Rp 650 miliar. (Detik/nlt)
BUMI: Harga Naik, Ragu Ambil Sisa 7% Divestasi Newmont
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) nampaknya ragu-ragu untuk mengambil sisa 7% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) lantaran terjadi kenaikan harga mencapai 79,93% dari harga pembelian BUMI tahun lalu US$ 246,8 juta. NNT memang telah menyampaikan penawaran 7% saham divestasi senilai US$ 444,07 juta kepada pemerintah untuk tahun 2010. Nilai divestasi ini mengalami kenaikan 79,93% (setara US$ 197,27 juta) jika dibandingkan divestasi tahun 2009 senilai US$ 246,8 juta. Menurut Direktur BUMI, Dileep Srivastava, dengan 24% saham Newmont yang dimiliki, sudah cukup memberi kontribusi pendapatan kepada perseroan. 24% saham dimiliki secara bersama-sama dengan Pemda NTB, melalui anak usaha mereka PT Multi Daerah Bersaing. (Detik/nlt)
RODA: Royal Oak jual saham Transpacific Rp5,97 miliar
PT Royal Oak Development Asia Tbk, melalui anak perusahaan PT Transpacific Mutrualcapita, telah menjual seluruh saham yang dimiliki pada PT Transpacific General Insurance (TGI) senilai Rp5,97 miliar. Direktur Utama Royal Oak Subianto Satmaka dalam keterbkaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia menyebutkan bahwa jumlah saham yang dilepas pada 23 Juni itu mencapai 1.194 saham. Dalam laporan keuangan periode triwulan I/2010 disebutkan bahwa perseroan menguasai 99,63% saham anak perusahaan TGI. TGI sebelumnya bernama PT Asuransi Ganesha Danamas didirikan di Bandung . Pada 20 Desember 2006, PT Asuransi Ganesha Danamas berubah nama menjadi PT Transpacific General Insurance.(bisnis/yc)
PNBN: Panin: Belum ada kecocokan dengan investor
Manajemen PT Bank Pan Indonesia (Panin) Tbk menyampaikan pembatalan rencana pelepasan saham keluarga Muk’min Ali Gunawan di bank itu bukan semata-mata masalah harga, tapi belum ada kecocokan dengan calon investor. Wakil Presiden Direktur Bank Panin Roosniati Salihin menyampaikan keputusan untuk mencari investor baru sepenuhnya berada di tangan pemegang saham, yakni keluarga Muk’min Ali Gunawan yang menguasai 44,68% saham bank itu. Namun, menurut dia, penunjukkan penasehat keuangan UBS Securities, oleh keluarga Gunawan melalui Panin Financial, hanya sebatas melakukan analisa terhadap sejumlah investor, sehingga tak menjadi soal jika tak ada transaksi jual beli.(bisnis/yc)
ANTM: Danareksa dan PPA Ingin Danai Akuisisi Inalum
Pemerintah siap kuasai 100 persen saham di PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah menugaskan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) untuk membeli saham milik Jepang. Dua perusahaan pelat merah juga siap membantu pendanaannya. Inalum merupakan sebuah perusahaan patungan yang bergerak dalam industri aluminium dengan kapasitas produksi sekitar 230.000-240.000 ton pertahun. Pemerintah Indonesia menguasai kepemilikan sebesar 41,13% saham di perusahaan itu, sementara sisanya sebesar 58,87% dikuasai Jepang. (Detik/nlt)
APOL: Beli 7 Kapal US$351 Juta
PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) tahun ini akan membeli 7 kapal baru senilia US$351 juta atau setara Rp3,16 triliun. Sekitar 80% kebutuhan dana pembelian kapal tersebut akan diperoleh dari pinjaman bank. Perseroan telah mendapatkan pinjaman dari beberapa bank di luar negeri senilai US$280 juta atau setara Rp2,52 triliun. Sisanya berasal dari kas perseroan. (Investor/nlt)
ASIA: Akan Ekspor Batubara
PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA) berharap bisa mulai mengekspor komoditas batubara pada 2H10. Beberapa pasar potensial yang diincar antara lain ke India dan Malaysia . Per 31 Maret tahun ini, perusahaan telah membukukan pendapatan usaha sebesar Rp15,7 miliar dan laba bersih Rp1,2 miliar. (investor/nlt)
MCOR: Salurkan Kredit Rp2,15 Triliun
PT Bank Windu Kentjana telah menyalurkan kredit Rp2,15 triliun hingga Mei 2010. Penyaluran kredit tersebut meningkat 35,22% dibanding akhir 2009. Pihaknya akan terus menambah penyaluran kredit hingga mencapai Rp2,8 triliun pada akhir 2010. Selain segmen ritel, kredit disalurkan ke korporasi, usaha kecil menengah (UKM) dan konsumsi. Saat ini modal perseroan sebesar Rp300 miliar dan setelah right issue akan naik menjadi Rp500 miliar. (Investor/nlt).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar