INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (25/6) diprediksi bergerak di kisaran trading cenderung melemah. Selain faktor akhir pekan, pasar mencermati G20 summit besok.
Zulfirman Basir, periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures mengatakan, potensi pergerakan rupiah di kisaran trading, karena faktor akhir pekan. Menurutnya, investor akan berekspektasi atas apa yang akan terjadi di hari Sabtu dan Minggu. “Jumat ini, pasar juga mencermati pertemuan G8, di Toronto, Kanada,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (24/6) malam.
Sedangkan Sabtu (26/6) dan Minggu (27/6), pasar fokus pada pertemuan G20. Karena itu, investor tidak akan mengambil posisi banyak karena ada pertemuan penting di akhir pekan itu. “Rupiah akan bergerak dalam kisaran trading yang sempit di level 9.020-9.070,” ujarnya.
Di sisi lain, memang pasar akan melakukan aksi profit taking karena faktor akhir pekan. Apalagi, saat ini merupakan akhir bulan di mana demand importir terhadap dolar AS naik. “Di sisi lain mereka juga harus membayar utang yang jatuh tempo dalam dolar AS,” timpalnya.
Tapi, Firman menegaskan, aksi beli dolar AS tidak akan signifikan karena faktor pertemuan G8 dan G20 tadi. “Kalaupun rupiah melemah, akan terbatas. Begitu juga sebaliknya. Sebab, pasar lebih memilih untuk menunggu apa saja poin dari hasil dua pertemuan itu,” imbuhnya.
Adapun, topik yang mencuat dan akan diperbincangkan di pertemuan G20, di antaranya adalah Uni Eropa menginginkan pengetatan fiskal, semetara AS menginginkan fiskal jangan digangu terlebih dahulu. “Artinya, AS masih menginginkan peningkatan pengeluaran pemerintah,” urainya.
Begitu juga, Eropa mengingikan kenaikan pajak yang lebih tinggi, sementara AS tidak berani karena masih banyak utang-utang refomasi keuangan yang harus dibayar.
Sementara itu, fleksibilitas yuan merupakan sumbangsih China bagi G20. Sebab, pemerintah AS pun ingin yuan China lebih fleksibel. “Tapi agak susah, mengharapkan yuan menguat signifikan karena China berkepentingan menjaga kondisi ekonomi dalam negerinya,” pungkas Firman.
Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (24/6) ditutup menguat tipis 5 poin (0,55%) jadi 9.040/9.055. [jin/hid]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar