Jakarta - Para pemimpin G20 semakin dekat untuk mengambil kesepakatan dalam upaya menciptakan pertumbuhan jangka panjang. Mereka cenderung menyepakati upaya pengurangan defisit hingga 2013.
Hingga pukul 12.30 waktu Toronto, Kanada, Minggu (27/6/2010), pertemuan para pemimpin KTT G20, termasuk Presiden SBY masih berlangsung di Metro Toronto Convention Centre (MTCC). Sesi pleno KTT G20 yang mengambil tema 'Framework for Strong, Sustainable and Balance Growth' dibuka pukul 09.00 dan diawali dengan pidato sambutan PM Kanada Stephen Harper.
Setelah pleno selama tiga jam lebih, isu krusial yang masih menjadi pembahasan serius adalah langkah bagaimana upaya negara-negara dalam menciptakan pertumbuhan jangka panjang. Terlihat Inggris dan Jerman, serta China lebih berupaya mengurangi anggaran stimulus untuk menurunkan defisit. Sedangkan Amerika Serikat (AS) mendorong kenaikan stimulus fiskal untuk menaikkan pertumbuhan.
Posisi Indonesia, sebagai yang disampaikan Presiden SBY sebelum pertemuan puncak digelar, berada di tengah-tengah. "Indonesia berada di tengah-tengah," kata dia. Konsep yang disampaikan SBY adalah menaikkan pertumbuhan yang berkeadilan sosial.
Berdasarkan draf final summit yang beredar di International Media Centre (IMC), para pemimpin G20 semakin dekat untuk membuat kesepakatan mengurangi defisit selama tiga tahun, yaitu hingga 2013. Pemimpin G20 juga terus berusaha mengatasi perpecahan di antara mereka mengenai cara terbaik untuk memulihkan resesi ekonomi global.
Para pimpinan negara maju sepakat untuk mengadopsi apa yang mereka sebut proposal "pertumbuhan yang ramah dan pengurangan defisit". Konsep ini akan diterapkan negara dengan negara, untuk mengatasi kehawatiran dari negara-negara berkembang.
"Agenda terbaru menyoroti pentingnya keuangan publik berkelanjutan," demikian draf tersebut. Dalam dokumen itu, para pemimpin bersepakat untuk merencanakan pemberian kesinambungan fiskal, yang perlakuannya dibedakan dan disesuaikan dengan kondisi nasional."
Kesepakatan ini dinilai menandai kemenangan untuk para pemimpin Eropa, yang dipimpin oleh Kanselir Jerman Angela Merkel, yang telah mendorong untuk mengendalikan penggelembungan utang meski ada kekhawatiran dari AS yang akan menahan pertumbuhan anggaran.
Merkel menekankan, bagaimanapun, bahwa kesepakatan, yang juga mencakup rencana bagi negara untuk menstabilkan atau mengurangi utang pemerintah terhadap rasio GDP pada tahun 2016, hanya akan berlaku untuk negara-negara industri maju.
"Ini adalah tujuan bersama penting yang akan mengakibatkan pertumbuhan yang berkesinambungan," kata Merkel kepada wartawan. Menurut dia, kesepakatan untuk mengurangi defisit sampai 2013 merupakan strategi jalan keluar yang baik. "Ini adalah rencana sangat ambisius yang dicapai setelah berdiskusi dengan AS," jelas Merkel.
Dalam pembukaan sesi pleno ini, seluruh kepala negara/pemerintahan anggota G20 hadir, yaitu Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner, Wakil PM Australia Wayne Swan, Presiden Brazil Luiz Lula da Silva, Presiden RRT Hu Jintao, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, Kanselir Jerman Angela Merkel, PM India Manmohan Singh, PM Italia SilvioBerlusconi, PM Jepang Naoto Kan, Presiden Korea Lee Myung-bak, Presiden Meksiko Felipe Calderon, Presiden Rusia Dmitry Medvedev, Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz Al Saud, Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, PM Turki Recep Erdogan, PM Inggris David Cameron, Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Presiden EU Jose Manuel Barroso, dan tuan rumah PM Kanada Stephen Harper.
http://www.detikfinance.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar